Artikel P3A

Written by Satwika Lestari

Obat indah bernama cinta kasih…

Dulunya, cerita cinta kasih menyembuhkan hanya ditulis di buku suci. Sekarang berlimpah penelitian perguruan tinggi yg membenarkan.

Salah satu pioneer terkemuka di bidang ini adalah Dr. Bernie Siegel. Dokter medis ini menulis sejumlah buku berkaitan dg hal ini.

Awalnya tidak jauh dari vibrasi cinta kasih yg menyembuhkan. Belakangan merambah ke wilayah otak. Orang yg dirawat dg cinta kasih, otaknya melepaskan lebih banyak hormon positif.

Penelitian Universitas Ohio tentang kelinci membuka tabir ini lebih terang lagi. Kelinci yg dikasi makan sambil dielus dan dipeluk tekanan darah, detak jantung, kadar gulanya lebih sehat.

Orang epigenetics seperti Dr. Bruce Lipton di berbagai maha karyanya menyimpulkan, cinta kasih bahkan bisa mengubah gen seseorang.

Bidang kajian neuroimmunology bercerita, bagaimana emosi orang yg dibimbing cinta kasih membantu kekebalan tubuh.

Yg agak mutakhir, temuan di bidang kajian sociogenomik bercerita, gen akan tumbuh jauh lebih sehat di lingkungan sosial yg berisi cinta kasih.

Dg demikian, jangan pernah ragu menyembuhkan diri dan keluarga dg cinta kasih. Pedomannya, pikirkan bagaimana kebahagiaan Anda selaras dg kebahagiaan orang lain.

Jika tidak bisa, jangan sampai kebahagiaan Anda menimbulkan penderitaan di orang lain. Semoga semua sahabat dijumpai dalam keadaan sehat.

Keterangan foto (video): Anak-anak berkebutuhan khusus yg dirawat di pusat layanan P3A keluarga Compassion jalan pagi sama mama-papa.
Shambala meditation center: belkedamaian.org, bellofpeace.org
#bali #love #peace #meditation #healing #Wounds #healingjourney #WoundCare #IDWP

About the author

Satwika Lestari