Parenting Tips

7 Tips untuk Meningkatkan Kemampuan Wicara Anak

Written by Satwika Lestari

Untuk membantu anak meningkatkan kemampuan bahasa mereka, penting untuk membiasakan diri berbicara lebih banyak dengan mereka setiap hari.

Berikut ini beberapa kiat untuk meningkatkan kesempatan untuk berbicara dengan mereka:

1. Gambarkan Segala Sesuatunya

Jelaskan dimana kita berada, apa yang sedang dilakukan, mau kemana kita pergi, apa yang dilihat disana. Pikirkan apa yang anak lihat dan bagaimana mereka dapat melihatnya. Jelaskan apa yang akan mereka minati.

2. Pertanyaan Penting

Walaupun mereka belum berbicara, ajukan pertanyaan. Usahakan gunakan suara yang agak besar saat kita bertanya sehingga mereka mengerti bahwa kita sedang menanyakan sesuatu ke mereka. Ingat, mereka tidak perlu merespon (meskipun selalu menyenangkan ketika mereka melakukannya).

3. Cerita

Dapatkan imajinasi luar biasa yang mengalir melalui objek atau orang, secara sederhana dan beri tahu mereka semua tentang hal itu. Misalnya, ketika kita melihat lebah, lalu kita menceritakannya seperti apa hari itu. Siapa yang kita kunjungi, apa yang telah kita lakukan dan mengapa kita melakukannya.

4. Tetap Positif

Berbicaralah terus kepada anak Anda, bukan hanya mengatakan hal-hal pendek seperti “stop” atau “jangan”. Buatlah pembicaraan menjadi suatu hal yang positif dan menyenangkan.

5. Hindari Bahasa Bayi

Anak-anak lebih memahami ketika kita menjelaakan tentang dunia di usia dini. Jangan menganggap mereka bodoh saat berkomunikasi, hanya karena mereka masih kecil. Gunakan bahasa yang sederhana tapi nyata.

6. Bahasa Tubuh Selanjutnya

Komunikasi non verbal sama pentingnya dengan perkembangan bahasa verbal. Cinta kasih dalam tindakan. Inilah pidato kita yang sebenarnya.

7. Berhenti dan Dengarkanlah

Jika anak mulai berbicara (walau hanya sedikit dan perlahan), beri mereka kesempatan untuk merespons dan memberikan jawaban balasan.

Kadangkala orang tya banyak mengeluh mengenai anaknya yang tidak bisa berkomunikasi dua arah. Anak tidak berinisiatif berbicara, anak tidak mau bertanya  anak tidak bisa basa basi, anak tidak bisa curhat, dll. Padahal memang orangtuanya tidak membiasakan untuk itu. Orangtuanya bahkan tidak curhat ke anaknya. Jadi salah satu yang bisa dilakukan adalah “Mengisi Tangki Kosa Katanya”. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, supaya ketika tangki tersebut penuh, anak punya banyak variasi kata di dalam penyimpanannya dan bisa berani bertanya, bercerita sederhana dan mengungkapkan isi hatinya.

Sekali lagi ya, kita beri contoh pada anak kita dalam berkata-kata. Dia pemerhati, peniru, penyimpan, pengingat, aktor yang handal yang akan mengekspresikan apa yang dia lihat, dia perhatikan, dia amati dan dia dengar. Semua perilaku, kebiasaaan dan ucapan kita selalu mendapat tempat utama di hati dan pikirannya.

Kesimpulannya, tetaplah menjadi cermin yang baik, supaya anak kita menjadi anak yang baik juga.

Sumber: Buletin LRD no 100.

Di sadur ulang dari www.aspenspeechtelheraphy.com

Foto: popmama.com

About the author

Satwika Lestari