Beberapa anak senang sekali saat difoto, namun ada juga beberapa yang tidak suka difoto. Kenapa ya mereka tidak suka difoto?
Kita simak yuk penjelasannya dari sisi sensori:
– Sistem visual Ananda menerima sorotan lampu yang terang, memproses lampu berkedip kedip, gelap-terang-gelap lagi-terang lagi. Beberapa Ananda dengan sensory processing disorder, memiliki kesulitan dalam memproses sinar yang terlalu terang/gelap. Ananda akan akan mengalami rasa tidak nyaman.
– Sistem auditory Ananda menerima banyak sekali perintah verbal yang kontinyu dalam rentang waktu singkat. Misalnya, “Ayo, lihat ke kamera, hei, lihat ke kamera. Tangannya letakkan di depan. Tidak, bukan di samping. Di depan. Senyum. Mana senyumnya.” Untuk beberapa Ananda, menerima input perintah satu tahap memerlukan waktu. Bayangkan bagaimana reaksi mereka memproses input perintah bertubi tubi?
– System taktil Ananda memberikan sinyal tidak nyaman karena dikelilingi berbagai benda peraga (prop foto), misalnya lengan mereka bersentuhan dengan kain yang kasar, badan mereka menyentuh kursi kayu/besi yang tidak enak bila diduduki. Rumput palsu yang mereka injak, semua sensasi ini menyebabkan rasa tidak nyaman dalam diri ananda.
– Semua orang di dalam ruangan, memperhatikan Ananda. Merasakan semua mata memandang, muncul perasaan gelisah di dalam diri ananda, focus mereka terganggu. Di dalam hati ananda ingin segera pergi keluar dari ruangan.
Cara mengatasi Ananda yang tidak suka difoto
– Jadilah yang paling pertama difoto.
– Batasi pengambilan foto hanya 1-3x saja.
– Bagi para fotografer, tidak perlu berharap terlalu banyak.
– Ambil foto candid, outdoor.
– Bagi para fotografer, kurangi perintah perintah berlebih.
– Usahakan hanya satu orang saja yang memberi perintah.
– Usahakan ruangan sepi dan tidak banyak orang.
– Minta ananda menggenggam mainan favorit/mainan fidget untuk mengurangi kegelisahan.
– Beri informasi sejelas jelasnya mengenai kondisi anak ke para fotografer.
– Bagi para fotografer, kurangi menyentuh ananda secara fisik untuk memposisikan postur ananda, biarkan tugas itu diserahkan kepada penanggung jawab ananda.
Tessa Maktheo
Disadur bebas dari buku Angie Voss, OTR 2011
