Hari ini hari cinta kasih di pulau cinta kasih Bali. Makanya pusat pelayanan P3A (pusat pelayanan dan perawatan anak-anak berkebutuhan khusus) keluarga spiritual Compassion mengadakan lomba foto (video) anak-anak bermain di air. Pesertanya cukup banyak. Pesan yang mau disampaikan sederhana, air tidak saja minuman, tapi juga obat yang menyembuhkan.
Dulu ketika masih muda, Guruji lebih dari 10 tahun melakukan terapi air. Yakni meminum air lebih banyak dari orang kebanyakan. Hasilnya tentu saja mengagumkan. Kendati sekarang setelah tidak lagi muda, hanya minum air secukupnya saja. Ajakannya untuk para sahabat, minumlah air untuk mempertahankan warna kencing agar putih dan jernih.
Begitu warna kencing agar kuning, apa lagi kecoklatan, cepat meminum lebih banyak air. Kemudian pertahankan jumlah air yang diminum yang membuat warna kencing jadi bersih dan jernih. Jika mau lebih dalam, Dr. Masaru Emoto dari Jepang adalah peneliti air yang sangat mengagumkan. Ketika di depan air diucapkan kata-kata tidak pantas, bentuk partikel airnya menakutkan.
Begitu di depan air diucapkan kata-kata yang disarankan agama-agama seperti cinta kasih dan damai, bentuk partikel airnya indah sekali menyerupai permata sangat indah. Langkah praktisnya, sebelum minum air bisikkanlah pesan indah agama Anda di depan air. Agar air yang masuk ke dalam tubuh memiliki bentuk partikel yang indah. Ingat, lebih dari 70% isi tubuh adalah benda cair.
Disamping itu, bijaksanalah dalam memilih kata-kata keseharian. Kata-kata yang diucapkan tidak saja menjadi sarana pesan ke luar, tapi juga membuat bentuk partikel air berubah di dalam. Sebagaimana ditemukan oleh Dr. Masaru Emoto. Itu sebabnya, keluarga Compassion tidak pernah membagikan kata-kata tidak indah di mana saja.
Lebih-lebih orang Bali yang agama aslinya bernama Agama Tirtha (agama air suci), yang melibatkan banyak Tirtha dalam upacacara sakral dan suci. Air memiliki makna lebih dalam lagi. Untuk konsumsi publik pemula, pelajaran terpenting yang diberikan air pada manusia adalah pentingnya memiliki pikiran yang lentur. Jauh dari kaku. Jauh dari kecenderungan menyebut orang lain dengan sebutan negatif.
Jika saat meminum air, bersentuhan dengan air, atau melihat air para sahabat terus menerus mengingatkan diri akan pentingnya pikiran yang lentur, maka daya sembuh air akan besar sekali. Pertama-tama, energi tidak bocor melalui pikiran. Kemudian konflik lebih sedikit dengan diri sendiri dan orang lain. Ujungnya, tubuh mudah sehat, perjalanan jiwa mudah selamat.
Keterangan foto: Anak-anak berkebutuhan khusus yang dirawat di pusat layanan P3A keluarga spiritual Compassion








