Artikel P3A

Jiwa yg telah pulang

Written by Satwika Lestari
Kepintaran tidak selalu berujung pada kesuksesan. Tidak jarang terjadi, kepintaran berujung pada kecelakaan kehidupan.
Terutama karena orang pintar cenderung harapannya tinggi. Begitu harapannya tidak terpenuhi, ia mudah kecewa.
Karena itulah, kepintaran memerlukan energi pengimbang bernama kebaiakan. Jika kepintaran bahasa kepala, kebaikan bahasa hati.
Kepintaran banyak menggunakan logika, kebaikan banyak menggunakan rasa. Keduanya dibutuhkan secara seimbang.
Ingat jiwa-jiwa yg indah, layang-layang bisa terbang karena seimbang. Jiwa pun akan belajar terbang jika seimbang.
Akibatnya, jiwa bertumbuh ringan, aman dan nyaman. Seringan asap dupa yg terbang alami tanpa perlu didorong. Di tiap langkah terdengar pesan.
“Saya telah pulang, Rumah sejati ada di sini, di saat ini”. Semoga semua mahluk berbahagia.
Foto: Anak-anak berkebutuhan khusus yg dirawat pusat pelayanan P3A sedang berbagi kebaikan
Shambala meditation center: belkedamaian.org, bellofpeace.org

About the author

Satwika Lestari