Di Buddha ada jalan Bodhisatva, di Hindu ada Vyuthana. Keduanya mirip pahlawan spiritual. Yg lahir bukan karena punya hutang karma.
Sekali lagi bukan. Tapi lahir karena mau meringankan beban penderitaan di alam ini. Dg kata lain, dg tulus mau mengambil sebagian penderitaan.
Ia tidak saja meringankan beban penderitaan di luar, tapi juga mempercantik taman jiwa di dalam.
Setelah melayani banyak orang tua anak-anak berkebutuhan khusus di pusat layanan P3A, terlihat sebagian diantara mereka adalah pahlawan spiritual.
Jarang mengeluh tentang ketidaksempurnaan anak-anak berkebutuhan khusus. Sebaliknya, digunakan ketidaksempurnaan sebagai sarana menyempurnakan senyuman.
Tatkala keliling Bali berbagi Cahaya di sekolah anak-anak berkebutuhan khusus, kadang ada orang tua yg menganggap dirinya dihukum melalui kelahiran anak berkebutuhan khusus.
Tapi di pusat layanan P3A keluarga Compassion terbalik, para orang tua merasa dirinya sedang dimurnikan oleh anak berkebutuhan khusus.
Ajakannya kemudian, kurangi mengeluh di depan ketidaksempurnaan. Gunakan ia sebagai kesempatan utk mempercantik taman jiwa di dalam.
Jika dilakukan secara tulus selama bertahun-tahun, bukan tidak mungkin Anda akan menjadi seorang pahlawan spiritual.
#GurujiGedePrama4G20
Video: Anak-anak berkebutuhan khusus yg dirawat di pusat layanan P3A sedang dipijat dg penuh cinta kasih oleh orang tua mereka
