Artikel P3A

Lukisan indah Tuhan

Written by Satwika Lestari

Tuhan mirip pelukis yg melukis menggunakan pensil. Di waktu tertentu Ia melukis, di waktu yg lain Ia menghapus lukisannya sendiri.

Karena dalam diri manusia ada Tuhan, kemampuan yg sama juga ada dalam diri manusia. Takala berpikir, bicara, bertindak, manusia sedang melukis.

Begitu ada yg salah, manusia menghapusnya dg cara memaafkan. Kadang melupakan. Tanpa kemampuan memaafkan dan melupakan, lukisan kehidupan tidak akan indah.

Makanya dalam dunia para genius ada yg berpesan, lupa juga sebuah kecerdasan. Lupa pernah dimaki, dilukai dan disakiti oleh orang lain.

Dg demikian, tidak perlu menyebut diri buruk ketika lupa. Ia salah satu penghapusnya Tuhan. Agar lukisannya indah, melukislah dg cinta kasih.

Selalu tanyakan ke dalam, bagaimana pikiran, ucapan dan tindakan Anda bisa membuat orang lain bahagia.

Foto: Anak-anak berkebutuhan khusus yg dirawat di pusat layanan P3A keluarga Compassion sedang melukis.
Shambala meditation center: belkedamaian.org, bellofpeace.org
#bali #love #peace #meditation #IDWP

About the author

Satwika Lestari