Bayangkan kapal yang berlayar di samudera sangat luas. Tapi tanpa kompas. Sekaligus tidak tahu ia sedang berada di mana. Semua arah terasa bermasalah. Seperti itu juga kehidupan banyak jiwa gelisah. Tidak punya uang salah, setelah punya uang bermasalah. Di keluarga penuh masalah, di tempat kerja juga dibakar masalah.
Jika itu terjadi, layak merenungkan warisan tua Picasso: “Makna yang disimpan di balik kelahiran kita sekarang ini adalah menemukan berkah unik masing-masing. Kemudian ingat untuk membagikannya ke orang lain”. Maksudnya, setiap orang itu unik. Seunik sidik jari masing-masing. Seunik pohon bunga, ada yang suka tanah kering, ada yang suka kolam basah.
Sebagaimana kamboja tumbuh mudah dan indah di tanah kering, lotus tumbuh mudah dan indah di kolam basah, setiap sahabat yang kembali ke panggilan alaminya (baca: berkah unik masing-masing), akan tumbuh secara mudah dan indah. Ia jadi tidak mudah karena banyak orang dibakar oleh persaingan berlebihan.
Tidak saja akan terasing menjadi orang lain dalam tubuh sendiri, tapi karena persaingan tidak ada ujungnya, maka kehidupan akan berputar dari satu hawa panas ke hawa panas yang lain. Ringkasnya, segera temukan panggilan alami masing-masing. Ia sering tersembunyi di masa kecil. Dari mimpi masa kecil, sampai mainan di masa kecil.
Kemudian rawatlah diri di sana dengan self-love. Penerimaan diri yang cukup. Dan begitu agak stabil, jangan lupa memberi inspirasi ke banyak orang agar melakukan hal yang sama. Itu hadiah sangat indah untuk jiwa yang bersemayam di dalam.
Maka dari itu minggu ini anak-anak special yang di rawat dalam Grup P3A Guruji Gede Prama mengadakan lomba unjuk bakat. Untuk menginspirasi para sahabat bahwa semua dilahirkan special, semua memiliki berkah uniknya masing-masing.
Ketiga pemenang minggu ini adalah:
1. Joshua dengan karya payung lukis.
2. Gung Arya dengan bakat tarian tradisionalnya.
3. Komang Budhi dengan bakat bermain keyboardnya.
Semoga semua mahluk berbahagia..
#gurujigedeprama



