Ketika keliling Bali mendatangi nyaris semua sekolah SLB (sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus) di semua kota di Bali, di sana terlihat betapa lelahnya para orang tua anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak saja tubuhnya lelah, tapi juga pikiran dan perasaan juga lelah mendengarkan komentar orang yang begini dan begitu.
Itu terjadi di sekitar tahun 2002-an. Di tahun bom Bali. Di tahun 2021 ini, sudah mulai banyak orang tua anak-anak berkebutuhan khusus yang mensyukuri dirinya dititipi anak-anak berkebutuhan khusus. Terutama karena dibekali pengertian, anak-anak berkebutuhan khusus sedang memperkuat dan mempercantik sayap-sayap jiwa di dalam.
Itu sebabnya, minggu ini pusat layanan P3A (pusat pelayanan dan perawatan anak-anak berkebutuhan khusus) keluarga Compassion mengadakan lomba anak-anak berkebutuhan khusus belajar bernyanyi. Soal kualitas nyanyiannya nomer dua, yang mengagumkan, orang tua anak-anak berkebutuhan khusus sabaaar sekali. Mereka seperti malaikat indah yang mengenakan tubuh manusia.
