Artikel P3A

Malaikat Pembawa Cahaya yang Membuat Ajaran Suci jadi Membadan

Written by Satwika Lestari

Di suatu waktu kami diberkahi membimbing meditasi sejumlah orang tua anak berkebutuhan khusus. Lengkap dengan anak-anak mereka yang aktif, teriak, lompat, serta lari ke sana ke mari. Salah satu diantara anak berkebutuhan khusus ini bahkan mencelupkan tangan ke minyak yang berisi api yang menyala (baca: Cahaya). Untung saja ia sehat selamat.

Anak ganteng ini sekarang sudah besar, bahkan telah memenangkan sejumlah lomba melukis di kota Denpasar. Ia adalah putera Wayan Nuraga (Nanang Nuraga) bernama Dharma. Sungguh sebuah bahasa simbolik yang nyaris sempurna. Ringkasnya, anak-anak berkebutuhan khusus tidak lahir membawa bahaya, tapi lahir untuk membawa Cahaya.

Persisnya, jika dirawat dengan penuh kesabaran dan ketulusan, anak-anak berkebutuhan khusus sedang membuat ajaran suci (Dharma) membadan pelan perlahan di dalam diri. Sekali lagi membadan!. Tidak hanya menghafal. Dan kehadiran Dharma tidak saja menyembuhkan orang tuanya, tapi juga ikut menyembuhkan keluarga Compassion.

Lebih dari sekadar sembuh, keluarga Compassion juga bertumbuh. Bersamaan dengan merawat Gita dan Dharma di Jakarta, Galih dan dua Krisna di Bali, puteri Natali dari Australia, bisa merawat adik kecil Dharma sungguh sebuah berkah spiritual. Banyak permata spiritual yang mereka hadiahkan untuk kami. Dari kesabaran, ketulusan, rendah hati sampai dengan keikhlasan.

Dan permata terpenting yang dibawa oleh Dharma dkk, kehadiran mereka membuat ajaran Dharma (ajaran suci) betul-betul semakin mambadan di tubuh kami dari hari ke hari. Itu sebabnya, besok jumat 2-oktober 2020, bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun Mahatma Gandhi, keluarga Compassion akan meluncurkan pusat layanan gratis yang ke tiga.

Yakni P3A (pusat pelayanan dan perawatan anak-anak berkebutuhan khusus). Para sahabat orang tua anak berkebutuhan khusus akan dilayani melalui situs indah malaikattidakbersayap.org. Ada tulisan panjang dan pendek, doa, audio, video, serta komunikasi diantara sesama orang tua anak berkebutuhan khusus.

Meringankan beban orang lain tentu saja indah, tapi membuat ajaran Dharma semakin membadan dari hari ke hari, ia juga indah. Di tengah krisis super panjang ini, rasanya layak mengutip pendapat Mahatma Gandhi: “Don’t expect the good. Participate in the good”.

Pusat layanan gratis (tanpa bayar) keluarga spiritual Compassion
P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion
P3C (Pusat Pelayanan Pencegahan Perceraian) Keluarga Compassion
082335555644 (Telkomsel)
081999162555 (XL)
085857536536 (Indosat)

Penulis: Guruji Gede Prama
Keterangan foto: putera Wayan Nuraga bernama Dharma. Ia lahir untuk membuat ajaran suci Dharma membadan di tubuh kami

About the author

Satwika Lestari