Tatkala keliling Bali menjumpai orang tua anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah anak berkebutuhan khusus, tidak sedikit orang tua yg mengeluh.
Seolah-olah mereka “dihukum” oleh kelahiran anak-anak berkebutuhan khusus. Sedikit yg mau belajar, kegelapanlah yg membuat Cahaya jadi terang.
Ketidaksempurnaanlah yg membuat jiwa-jiwa mencari Cahaya terang. India yg gelaplah yg mengundang datangnya Cahaya terang bernama Mahatma Gandhi.
Tibet yg gelaplah yg melahirkan Cahaya terang bernama YMM Dalai Lama. Ajakannya kemudian, kurangi manja hanya mau kelebihan.
Ia sejenis kemanjaan yg membuat manusia berputar dari satu penderitaan ke penderitaan yg lain. Latih diri tumbuh secara utuh (whole).
Sebagaimana malam-siang tidak terpisahkan, kekurangan-kelebihan juga tidak terpisahkan. Begitu berjumpa ke-u-Tuhan, di sana seseorang bisa melihat wajah lain anak-anak berkebutuhan khusus.
Mereka adalah malaikat yg tidak bersayap. Yg ada di sini utk mengangkat perjalan jiwa para orang tua. Kualitas kesabaran, kualitas cinta kasih yg membaik, itu hadiah yg dibawa oleh anak-anak berkebutuhan khusus.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Foto (video): Anak-anak berkebutuhan khusus yg dirawat di pusat layanan P3A keluarga Compassion sedang merayakan Valentine


