Tidak sedikit orang tua yang mengeluh karena anaknya tidak pernah juara, yang bercerita sedih karena anaknya nakal, bahkan ada yang menangis histeris karena anaknya terkena narkoba. Semuanya penuh dengan energi penolakan. Terutama karena membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain yang dianggap lebih beruntung. Ujungnya mudah ditebak, penderitaan menjadi menu keseharian.
Para sahabat orang tua anak-anak berkebutuhan khusus yang dirawat di pusat layanan P3A (pusat pelayanan dan perawatan anak-anak berkebutuhan khusus) keluarga spiritual Compassion lain lagi. Mereka tekun dan tulus sekali merawat anak-anak berkebutuhan khusus. Tidak pernah mengeluh, fokus pada membimbing anak-anak agar terus bertumbuh.
Sebagai hasilnya, tidak saja anak-anak yang tumbuh semakin indah. Orang tuanya bahkan tumbuh jauh lebih indah. Sehingga layak menyebut orang tua anak-anak berkebutuhan khusus yang dirawat di P3A keluarga Compassion sebagai pahlawan-pahlawan cinta kasih yang tidak dikenal. Hanya sebagai contoh, minggu ini mereka diajak lomba anak-anak berkebutuhan khusus bernyanyi.
Dengan sangat antusias mereka mengajak anak-anak berkebutuhan khusus untuk bernyanyi. Menyegarkan ingatan para sahabat tentang pesan sebelumnya: “Ia yang mendekap indah ketidaksempurnaan sedang bercerita melalui tindakan bahwa jiwanya telah memasuki kesempurnaan”.
