“Say it with flowers”, begitu bunyi pesan tua. Karena wibawa kata-kata sudah sangat menurun, orang diundang menggunakan bahasa yg beda.
Yakni bahasa tindakan. Persisnya, tindakan yg meringankan beban penderitaan orang lain. Bagus jika bisa membahagiakan.
Lebih-lebih jika tindakannya tulus & halus. Ia berbagi kebahagiaan ke luar, membentuk lukisan indah di dalam.
Helen Keller yg tidak bisa melihat dan tidak bisa mendengar pernah bercerita: “Saya tidak punya mata & telinga tapi bahagia, tapi kenapa banyak orang yg punya mata & telinga tapi tidak bahagia”.
Begitulah kisah manusia sejak dulu. Yg jelas, mata tidak saja yg ada di kepala. Telinga tidak saja yg ada pinggir kepala.
Ada mata rasa, ada telinga kepekaan. Dan ketika mata dan telinga jenis ini dihidupkan, di sana jiwa mudah bahagia.
Bagi ia yg tidak mengenal bahasa rasa, bernafas mungkin biasa-biasa saja. Tapi bagi Anda yg menyatu dg rasa, bernafas itu sebuah berkah indah.
Ingat, di rumah sakit ada banyak manusia yg tiba-tiba tidak bisa bernafas. Bagi ia yg tidak peka, bernyanyi itu biasa-biasa saja.
Tapi bagi Anda yg peka dalam rasa, bernyanyi itu jembatan keterhubungan. Dan utk dicatat rapi, cinta kasih lebih mudah dilaksanakan oleh ia yg peka dalam rasa.
Video: Anak berkebutuhan khusus yg dirawat di kel. Compassion
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #love #peace #meditation #healing #healingjourney
