Artikel P3A

Rabu sebagai hari cinta kasih

Written by Satwika Lestari

Tidak ada Guru kesabaran, Guru keikhlasan, sekaligus Guru spiritual yg lebih baik dari anak-anak. Lebih-lebih anak yg tidak penurut.

Alasannya, jika tidak cocok dg atasan bisa pindah kerja, jika tidak cocok dg pasangan bisa berpisah. Tapi jika tidak cocok dg anak, seseorang tidak bisa lari.

Pilihan terbaik adalah menggunakan anak sebagai Guru yg memurnikan dan menyempurnakan. Lebih-lebih anak berkebutuhan khusus.

Efek pemurnian dan kesempurnaan yg diberikan jauh lebih hebat lagi. Itu bisa terjadi, jika orang tua tidak melawan, tidak membandingkan.

Menggunakan anak-anak sebagai Guru yg sangat memurnikan. Persis seperti bambu yg diamplas, awalnya sakit dan terluka.

Tapi lama-lama bambu jiwa jadi lebih halus, semakin halus, sampai suatu hari menjadi sangat halus. Begitu jiwa jadi halus, di sana seseorang mengerti.

Ketidaksempurnaan anak ternyata sebuah hadiah. Persisnya hadiah cinta kasih. Ia mirip cahaya matahari panas yg membuat bunga jadi mekar.

Kesulitan yg ia hadirkan juga membuat jiwa mekar indah. Mekar indah dalam cinta kasih. Ia mengingatkan pada pesan tua.

“Kesulitan adalah tangan tersembunyi yg membawa banyak hadiah. Dari hadiah kedewasaan, kebijaksanaan sampai kedamaian”

Foto (video): Anak-anak berkebutuhan khusus yg dirawat di keluarga Compassion
Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org
#bali #love #peace #healing #meditation #wounds #HealingJourney

About the author

Satwika Lestari