Artikel P3A

Rabu sebagai hari cinta kasih

Written by Satwika Lestari

“Tubuhnya manusia, hatinya malaikat”, itu kesimpulan yg layak diberikan pada Ibu-Ibu yg merawat anak-anak berkebutuhan khusus secara telaten.

Tidak kebayang lelahnya tubuh karena merawat anak jenis ini, tidak kebayang gelisahnya perasaan jika melihat tatapan mata orang.

Apa lagi mendengar komentar miring orang. Semuanya bikin lelah dan gelisah. Berita baiknya, Ibu-Ibu jenis ini di dalamnya kokoh sekali.

Sekali lagi, kokoh sekali! Sekokoh pohon tua yg akarnya mencengkram sangat kuat ke dalam. Ia melahirkan pelajaran berharga.

Sebagaimana cuaca heboh membuat pohon tua akarnya tambah kokoh, Ibu-Ibu jenis ini dibikin kokoh akar jiwanya melalui kelahiran anak berkebutuhan khusus.

Ajakannya, kurangi sedikit-sedikit mengeluh. Belajar menggunakan masalah sebagai cahaya matahari yg membantu agar bunga jiwa mekar indah.

Ingat, nama alam ini adalah alam samsara. Alam yg penuh penderitaan. Berita indahnya, penderitaan adalah nutrisi pertumbuhan.

Jangan lupa, tanpa pisau tajam maka bambu tidak akan jadi seruling. Tanpa angin menerjang, layang-layang tidak bisa terbang indah.

  • Foto: Anak-anak berkebutuhan khusus yg dirawat di pusat layanan P3A keluarga Compassion
    Shambala meditation center: bellofpeace.org, belkedamaian.org
    #bali #love #peace #meditation #healing

About the author

Satwika Lestari