Hari ini P3A (pusat pelayanan anak-anak berkebutuhan khusus) keluarga Compassion melakukan lomba cerita menyentuh sesama orang tua anak berkebutuhan khusus. Pesertanya cukup banyak. Ini pemenang ke 3 untuk “cerita menyentuh” minggu ini… admin
Menjadi seorang ibu adalah anugrah terindah untuk hidup saya. Terlebih anak saya “Ryu” terlahir dengan paras rupawan dan menggemaskan. Kami baru menyadari anak saya special saat dia berusia 18 bulan. Sejak saat itu kami melakukan banyak terapi dan mengusahakan segalanya agar Ryu bisa berkembang sesuai dengan usianya. Tapi hasilnya tidak sesuai harapan.
Lalu, saya memutuskan untuk merawat Ryu langsung tanpa meninggalkan terapi, memberikan segala perhatian yang selama ini hanya Ryu dapatkan di hari sabtu minggu saja, mendekap dia sebelum tidur dan mendongengkan berbagai cerita. Saya selalu mengajak dia bicara tidak peduli dia mau memperhatikan atau tidak.
Saya pun meyakinkan hati saya bahwa saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Dan.. perubahan demi perubahan mulai terlihat, dia mulai menatap mata saya dan tersenyum, lalu di usia 4 tahun mulai muncul beberapa kata dari mulutnya. Sungguh sebuah progress yang luar biasa.
Sejak saat itu saya tidak pernah mengharapkan Ryu tumbuh sesuai dengan usianya, saya biarkan dia tumbuh menjadi dirinya sendiri, dan “mendekatkan harapan dengan kenyataan” (YM. Guruji Gede Prama). Saya selalu katakan sama Ryu “aku mencintai kamu apa adanya” sebelum tidur, bangun tidur dan kapanpun saat mata Ryu menatap mata saya, sepertinya Ryu paham itu.
Sekarang usia Ryu sudah 7 tahun, sudah bisa berkomunikasi 2 arah dan banyak hal sudah Ryu ajarkan pada saya.
Suatu hari Ac di kamar kami rusak, saya bilang sama Ryu bahwa beberapa malam ini kita ga pake AC dulu karena tukang service ACnya baru datang 3 hari kemudian. Sorenya Ryu dan kakanya membersihkan kipas angin kami dan memasangkan bersama-sama. Kebetulan malam itu hujan turun dan suhu kamar kami terasa sejuk, Ryupun tertidur dengan lelap. Seperti biasa, pagi hari Ryu bangun dan mengucapkan “Selamat pagi” lalu pandangannya mengarah ke kipas angin dan dia berkata “AC blue, AC blue mamih” sambil menunjuk ke arah kipas angin dan melompat riang, wah Ryu terlihat bahagia sekali.
Saya jadi belajar dari Ryu, yang “berani berbahagia dengan apa yang ada saat ini” (YM. Guruji Gede Prama).
Terima kasih Ryu, sudah menjadi guru hidup untuk mamih, bersamamu setiap hari semakin baik, setiap hari semakin indah, setiap hari semakin bahagia.
