Hari ini unit layananan P3A (pusat pelayanan anak-anak berkebutuhan khusus) keluarga Compassion menyelenggarakan lomba cerita-cerita menyentuh di sekitar anak-anak berkebutuhan khusus. Pesertanya ada banyak. Berikut pemenang kedua dari lomba cerita menyentuh di sekitar anak-anak berkebutuhan khusus… admin
RASA SAKIT MEMBUKA JALAN CAHAYA
Kehadiran seorang anak laki-laki, adik dari seorang bocah Cantik disambut dengan suka cita oleh Keluarga kecil yang sering kami panggil DewaDek, Pada saat lahir DewaDek kondisinya tidak seperti Kakaknya, pergelangan kakinya mudah ditekuk, sehingga perlu di Gips kata dokter pada saat itu untuk membentuk dan menguatkan kaki, dalam keadaan kaki di Gips Gerak kaki DewaDek tetap lincah, sehingga sering dibisikkan oleh Ayahnya “ Cepat Sehat ya Nak biar bisa bermain Bola” di Gips selama 2 Minggu dilanjutkan dengan perawatan dan asupan makanan yang mendukung pertumbukan tulang agar terbentuk dengan sempurna, Sayur, buah, ikan hampir semua bahan makanan langsung dari alam. Ekonomi keluarga saat itu…, Keluarga yang sangat sederhana/pas pasan, namun keinginan kami kuat untuk memberikan yang terbaik “versi kami”. Fokus pada Asupan makanan Anak-anak serta pendidikan Mereka
Lahir di Rumah Sakit Pemerintah dengan Program Imunisasi yang diberikan kepada DewaDek secara langsung saat baru lahir, rupanya tidak cocok untuk DewaDek, sehingga pada usia 2 bulanan mengalami Limfadinitis (ada benjolan pada ketiak) akibat efek samping dari Vaksin BCG, alhasil DewaDek harus minum Obat puyer selama 6 bulan tanpa boleh putus, kami bahu membahu memperhatikan Dewadek kecil, pernah kejang 1 kali diusia 4 bulanan, dibawa kontrol ke dokter anak, kata dokter tidak apa-apa sepanjang kejangnya tidak lama dan usahakan tidak terulang lagi. Perhatian kami bertambah lagi untuk selalu menjaganya tetap sehat, suhu tubuh tidak panas, sehingga setiap suhu tubuhnya naik, kami tidak berani menangani sendiri, kami konsul ke dokter dan menyampaikan bahwa mempunyai riwayat, Astungkare… sampai umur usia anak mulai belajar berjalan, sering jatuh /ndak stabil, kami bawa ke RS Pemerintah tempat dia lahir, oleh dokter disarankan untuk memakai Sepatu Khusus, untuk membentuk/mengarahkan pertumbuhan kaki. Mulailah DewaDek pada saat itu belajar berjalan dengan memakai sepatu khusus, rajin Kontrol di bagian Rehabilitasi Medik setiap 3 hari sekali, disana diberikan terapi air ( bagian kaki disemprot air dengan memakai selang kecil), sesekali dilakukan terapi bicara agar bicaranya lancar. Konsen rehabilitasi pada saat itu adalah pertumbuhan kaki agar bisa berjalan lancar. Pada usia 18 bulan DewaDek bisa berjalan lancar, sehingga tidak memakai sepatu khusus lagi.
Perkembangan berikutnya yang membutuhkan perhatian khusus adalah masalah Konsentrasi, perhatiannya cepat beralih, waktu itu kami atasi dengan memberikan banyak mainan puzzle, main nintendo, membacakan cerita, buku seri hewan dan tumbuhan, berlangganan majalah Science Quarks, pada prisipnya konsen memberikan fokus pada si anak, sampai akhirnya…. Usia sekolah. Mencari Sekolah yang sesuai … kami memilih sekolah swasta yang jumlah siswanya maksimal 20 orang dengan 2 guru pengajar. Mulai TK, SD sampai SMP. Perkembangan karakter, serta perkembangan Sains mulai semakin berkembang di Sekolah tersebut, beberapa kali berkesempatan mewakili sekolah untuk lomba di bidang Sains pada saat SD sempat pula berhasil sebagai Finalis Lomba Quarks Tingkat Nasional di Jakarta. Setelah tamat SMP mencoba mencari SMA Negeri favorit di Denpasar, Astungkare… setelah berproses diterima di SMA tersebut. Berbekal belajar di sekolah favorit, memberi peluang untuk bisa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Bali. Astungkare… diterima di Fakultas Teknik sesuai dengan yang diinginkan oleh DewaDek, Astungkare lagi akan diwisuda di Bulan Oktober 2020.
Perkembangan Dewadek bisa sampai seperti ini, kami sangat-sangat mensyukurinya. Kami banyak belajar dari DewaDek, kami dibuat belajar dewasa, tidak boleh sombong, mengalah itu indah, selalu merunduk pada setiap kejadian, semua adalah “Bimbingan-bimbingan”. Kami mendekap rasa sakit secara bersama-sama dengan Suami dan anak pertama. Anak pertama sangat melindungi adiknya, apabila ada orang lain yang mengejek DewaDek maka yang pasang badan terlebih dahulu adalah si kakak “Ayu” “Anak yang membimbing Kami untuk Pulang” . Kami belajar meditasi, bertemu Ida YM Mahaguru karena ajakan “Kakak Ayu” pada saat meditasi remaja di BVA Singaraja. Kami berangkat ber 4 termasuk DewaDek, Kami Sangat Bersyukur bisa bertemu Ida YM Guruji di hidup ini. Kami merasakan sekali Perlidungan, Tuntunan dan Berkah dari Ida YM Maha Guru. Pasuecan Ida Setiap hari, setiap saat kami tunas, Kata-kata tidak bisa mewakili….Berkah yang kami terima saking Ida…., Matur Suksme Dahat Majeng Ring Ida YM Maha Guru Lugrayang Kami Sembah Sujud Ring Cokor Ida YM Mahaguru, Nammo Gurubyah, Nammo Gurubyah, Nammo Gurubyah, Semoga kami bisa Bertumbuh dan Bertumbuh dalam Perlindungan Kasih Ida YM Maha Guru.
Foto: Dekapan “ Kakak Ayu”
