Artikel P3A

Rabu sebagai hari cinta kasih (bagian 3)

Written by Satwika Lestari

Hari ini salah satu pusat layanan keluarga Compassion (P3A) melakukan lomba cerita-cerita menyentuh di sekitar anak-anak berkebutuhan khusus. Pesertanya lumayan banyak. Berikut pemenang pertama (juara 1) dari lomba ini. Semoga bisa memberi inspirasi pada banyak sahabat. Khususnya orang tua anak berkebutuhan khusus… admin

Sebagai catatan pelengkap, Nanang Nuraga yang menjadi pemenang ini adalah salah satu keluarga dekat Compassion. Yang telah dirawat selama bertahun-tahun di keluarga Compassion

………………………………………………..
Saat putaran kehidupan kami sangat gelap, anak kami yang berkebutuhan khusus , diantar mamanya ke sebuah sekolah di Denpasar, dan saya sendiri tidak bisa kemana mana, karena sakit keras dan hampir berbaring di tempat tidur dalam jangka waktu lama karena sakit, saat istri dan anak kami datang dri sebuah sekolah berkebutuhan khusus di Denpasar , dia membawa berita bahwa akan mengikuti acara meditasi untuk anak anak berkebutuhan khusus di sebuah tempat di Bali Utara,
tanpa panjang lebar saya mengijinkan istri dan anak saya kesana, meskipun dengan berat hati,karena kondisi saya hampir tidak bisa berdiri dan harus merangkak ke dapur untuk makan, dan juga mandi

setelah acara meditasi selesai dan anak istri saya pulang , mereka memberikan saya sebuah oleh oleh , yakni buku , yang di hadiah kan waktu acara meditasi, awalnya saya cuek , tapi karena tidak bisa beraktivitas akhirnya saya buka buku itu pelan pelan, di temani anak saya yang selalu bawa tisuu mengusap air mata saya , karena sakit dan takut akan kematian,

setelah hampir buku itu separuh saya baca tidur saya jadi lebih enak dan setiap kali saya sudah setengah sadar anak saya dharma selalu menaruh buku itu terbuka dan menutup muka saya, Sampai akhirnya sampai terlelap tidur,

Di hari berikutnya anak kami pagi hari buka pintu hanya bilang satu kata( bapa)
dengan membawakan buah di taruh di lantai rumah kami , saya hanya bisa memandang anak saya sambil tersenyum, dan juga keadaan saya mulai membaik,

di hari berikutnya saya tidur karena keadaan mulai membaik saya lanjutkan membaca buku yang di bawakan anak saya, sampai ditemani sang buah hati, dan Kami selalu berdua tidur sampai saat ini
karena istri saya di kamar sebelah , itu dimulai saat saya sakit dan sampai sekarang dharma sudah remaja masih tidur dengan saya, kembali setelah 7 hari di masa membaik saya dri sakit buku ini habis saya baca dimalam menjelang pagi harinya, saya bermimpi telah duduk di gerbang rumah saya di bawah Penjor (simbol upacara di Bali) datang orang yang sangat terkenal, beliau memanggil saya Wayan, Wayan,… (memanggil saya)
saya menyapa beliau
waduh bapak kok nyari saya , saya orang tidak tau apa apa dan saya sakit sakitan dan urakan , dari lama saya mencari Wayan kata beliau, kalau Wayan tidak sakit Wayan tidak akan pernah tau rumah begitu kata beliau,
pass matahari pagi terbit saya tersentak bangun, ternyata yang mencari saya beliau yang menulis buku , yang di titipkan ke anak saya waktu sesi meditasi,

dan pada akhirnya saya ikut dalam mendaftar meditasi dan sangat beruntung karena peserta terbatas saya dapat masuk sebagai peserta,

banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan disana dengan kata kata dan fikiran, semoga suatu saat jika diberkahi ini bisa saya jelaskan melalui tulisan, saat ini, saya hanya bisa ucapakan satu kata “bersyukur”
banyak jawaban kehidupan yang dapat saya temui di saat ini dari bertemu ajaran , guru, mailakat,
selebihnya saya tidak boleh jelaskan karena bersifat rahasia,
intinya
anak berkebutuhan khusus bukanlah sebuah kutukan Tuhan dosa ini dan itu, kalau kita tulus di hati melayani ,tanpa pengharapan
anda akan bertemu sang jalan sejati, yang akan ditunjukkan oleh mailakat yang di titipkan ke anda , dan(mohon maaf) tidak di tulis kitab suci mana pun, hidup ini adalah pelayanan yang sangat indah ( itu doa dan berkah tinggi manusia untuk terlahir di alam ini)

mohon maaf bila ada kata kata yang salah, semua cerita ini kisah nyata dan ada hal ramuan rahasia kehidupan yang tiang tidak bagikan karena masing masih anak berkebutuhan khusus (mailakat) membawa ramuan masing masing
mohon maaf jika ada etika dan hal hal yang saya tulis salah

About the author

Satwika Lestari