Artikel P3A

Rumah kesembuhan

Written by fuuo2911

⁹RUMAH KESEMBUHAN

“Mencari tempat di mana tidak ada kesedihan dan penderitaan”, itu tema pencarian spiritual banyak sekali orang. Itu juga alasan kuat kenapa industri pariwisata terus bertumbuh tidak mengenal istilah turun. Sejumlah pencari bahkan harus menjual tanah warisan agar bisa pergi sangat jauh untuk menemukan tempat seperti ini.

Dan sebagaimana sudah dialami banyak orang, semua orang harus kecewa pada akhirnya. Ide tentang mencari tempat yang sepenuhnya bebas dari penderitaan, tidak saja naif, tapi juga menjadi penghalang penting pertumbuhan spiritual. Terutama karena tanpa penderitaan, maka cinta dan belas kasih tidak akan pernah tumbuh.

Mirip dengan kolam yang penuh dengan bunga lotus. Tanpa lumpur yang kotor, bunga lotus mana pun tidak akan bertumbuh. Dengan cara yang sama, tanpa penderitaan jiwa mana pun tidak akan bercahaya.

Dalam perspektif seperti ini, penderitaan tidak dibuang, sebaliknya digunakan sebagai lahan-lahan pertumbuhan jiwa. Lari dari penderitaan mirip dengan bunga lotus yang lari menjauh dari lumpur.

Itu sebabnya di depan ribuan orang tua anak-anak yang berkebutuhan khusus telah diceritakan, penderitaan bukan hukuman, ia adalah ladang-ladang subur tempat jiwa bisa bertumbuh. Lari dari penderitaan mirip dengan seseorang yang tertusuk panah, kemudian menambahkan panah ke dua di tempat yang sama.

Memiliki anak-anak berkebutuhan khusus, memiliki anggota keluarga yang bermasalah tentu saja menyakitkan. Tapi mengeluh berlebihan, apa lagi menyebut ada orang yang mengirimi Anda black magic, adalah panah ke dua yang Anda tusukkan ke luka jiwa yang sama.

Itu sebabnya, di jalan meditasi peserta diminta memfokuskan seluruh energi untuk menjadi penyembuh bagi diri sendiri. Energi kesembuhan tersedia secara berlimpah di dalam. Dan energi kesembuhan ini mulai bisa diakses tatkala seseorang mulai bisa menerima penderitaan.

Di jalan spiritual mendalam, para pencari tidak saja menerima penderitaan, tetapi juga memperlakukan penderitaan sebagai ibu dari mana bayi-bayi cantik cinta dan belas kasih akan terlahir. Itu sebabnya Bunda Teresa menikmati sekali puluhan tahun hidupnya di tengah penderitaan kota Kalkuta.

Hanya di tengah lumpur penderitaanlah maka bunga lotus cinta dan belas kasih bisa mekar. Konkritnya, berhenti mencari tempat yang bebas sepenuhnya dari penderitaan, belajar bertumbuh di tengah lumpur-lumpur penderitaan, izinkan bunga lotus cinta dan belas kasih mekar di sana.

Caranya, gunakan setiap bentuk penderitaan sebagai kesempatan untuk menyempurnakan cinta dan belas kasih. Ia mirip dengan apa yang dilakukan bunga di depan cahaya matahari yang panas. Cahaya matahari memang panas sekali di siang hari, tapi di sana bunga-bunga mekar indah sekali. Dengan pendekatan seperti ini, jiwa berubah wajah menjadi rumah kesembuhan.

Penulis: Gede Prama

Photo Courtesy: Twitter@ Leonardo75y

sumber: https://www.belkedamaian.org/kesembuhan/2015/07/10/rumah-kesembuhan.html

—
Pesan Gede Prama dalam bahasa Inggris bisa dibaca di bellofpeace.org, fb Home of Compassion by Gede Prama, atau Twitter @gede_prama

About the author

fuuo2911

Gede Prama memulai perjalanan spiritual dengan berdialog bersama Guru simbolik di sebuah desa di Bali Utara. Ini kemudian diperkaya dengan sekolah ke luar negeri, perjumpaan dengan Guru spiritual dunia seperti YM Dalai Lama, YA Thich Nhat Hanh serta Profesor Karen Armstrong, serta olah meditasi yang panjang.

Kendati pernah memimpin perusahaan dengan ribuan karyawan, terbang ke beberapa negara untuk tujuan mengajar, tapi semua itu ditinggalkan karena dipanggil oleh bom Bali di tahun 2002. Sejak beberapa tahun lalu beliau bahkan tidak pernah meninggalkan Bali, sekali-sekali saja keluar dari keheningan hutan untuk mengajar di tempat-tempat suci di Bali.