Makanan sehat adalah salah satu unsur penting dalam membentuk anak hebat yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan emosionalnya. Seorang ibu perlu memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang bagi anak, perly memahami zat-zat gizi yang diperlukan anak.
Sebagian orangtua mengeluhkan perilaku makan anak yang sulit mengkonsumsi sayur dan buah. Sering dijumpai, ketika anak menolak mengkonsumsi sayur dan buah, orang tua menyerah. Orangtua malah melakukan tindakan kurang tepat dengan mengikuti selera makan anak, seperti memberikan makanan ringan atau siap saji yang kurang sehat dalam jumlah berlebihan atau tak terukur, atau intesitasnya terlalu sering. Pada sebuah konseling keluarga, survey yang dilakukan terhadap 10 anak, ternyata hanya dua anak yang rutin konsumsi sayur dan buah setiap hari, dan hanya satu ibu dari yg mengetahui manfaat vitamin dan juga mineral.
Berikut penjelasan mengenai keduanya, sumber dan manfaatnya:
Vitamin A
Terdapat pada: Wortel, Ubi, Labu, Jeruk, Pepaya, Mangga, Susu, Telur, Hati.
Fungsi: Mencegah masalah kesehatan mata, meningkatkan sistem imun. Berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sel otak.
Vitamin C
Terdapat pada: Tomat, Paprika hijau, Brokoli, Bayam, Kiwi, Anggur.
Fungsi: Untuk pembentukan kolagen, pertumbuhan tulang gigi dan gusi serta pembuluh darah dan meningkatkan fungsi otak.
Vitamin D
Terdapat pada: Kuning Telur, Minyak Ikan, Susu yang sudah di fortifikasi.
Fungsi: Memperkuat tulang karena membantu penyerapan kalsium oleh tubuh.
Vitamin E
Terdapat pada: Minyak Nabati, Kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, Alpukat.
Fungsi: Merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan, untuk kerusakan sel darah merah.
Vitamin B3
Terdapat pada: Daging Merah, Unggas, Ikan, Kacang, Makanan yang sudah difortifikasi.
Fungsi: Membantu mengubah makanan menjadi energi, menjaga kesehatan kulit dan fungsi saraf.
Vitamin B6
Terdapat pada: Kentang, Pisang, Buncis, Biji-bijian, daging merah, Ikan, Telur, Bayam.
Fungsi: Berperan untuk menjalankan fungsi normal otak dan saraf. Juga untuk memecah protein dan pembuatan sel darah merah.
Kalsium
Terdapat pada: Susu dan Produk olahannya, Sayuran berdaun hijau, Brokoli.
Fungsi: Sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, mencegah pengeroposan tulang.
Zat Besi
Terdapat pada: Daging Merah, Ikan, Kerang, Unggas, Kacang Kedelai, Buncis, Kismis.
Fungsi: Membantu sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, mengatasi kekurangan zat besi penyebab anemia.
Magnesium
Terdapat pada: Gandum, Kacang-kacangan, Sayuran berdaun hijau, Kentang, Alpukat, Pisang, Kiwi.
Fungsi: Membantu sistem otot dan saraf, menormalkan denyut jantung dan menjaga kekuatan tulang.
Kalium
Terdapat pada: Brokoli, Kentang dengan kulitnya, Jeruk, Pisang, Kacang Polong.
Fungsi: Membantu fungsi otot dan saraf, membantu tubuh menjaga keseimbangan air dalam darah dan jaringan tubuh.
Iodium
Terdapat pada: Ikan laut dan hasil olahannya, kerang, udang, cumi, rumput laut, agar-agar, susu, daging.
Fungsi: Mengatur tingkat oksidasi dalam setiap sel pada jaringan tubuh yang aktif, mengatur fungsi saraf dan jaringan otot, memperkuat otot-otot rangka, mengatur peredaran darah.
Zinc
Terdapat pada: Daging Merah, Unggas, Tiram, Makanan dari Kedelai, Kacang-kacangan.
Fungsi: Berperan dalam pertumbuhan organ seksual, membantu menyembuhkan luka.
Sumber: Majalah Wanita Indonesia
Illustrasi Gambar: Nakita.ID
